Senin, 12 Mei 2008

my poem

Ku hanya sebuah batu yang ada dipinggir sungai
walaupun diasah berabad-abad
berharap untuk menjadi permata
tetapi aku hanya sebuah batu
yang tidak berarti olehnya

Kuhanya sebuah bintang
yang berharap untuk menerangi bumi
dengan segala sinar yang kupunya
tetapi aku hanya sebuah benda kecil
yang menerangimu di malam hari
dan tak berarti olehmu

Haruskah kuterus berharap
Haruskah kuterus berusaha
Hanya kebodohan yang terlihat dari matamu
Kuberharap menjadi batu yang bersinar bagai permata
Kuberharap menjadi bintang yang menerangi bumi
tapi aku hanya manusia biasa
yang memiliki batas kemampuan dan harapan
untuk dapat menjadi yang terbaik
Selamat tinggal kisahku

Beribu bintang hadirkan keindahan
Terangi malam yang sunyi ini
Ingin kugapai satu bintang dilangit
Tuk dapat menemaniku
Cairkan suasana hati ini.

Keheningan malam menepis kegundahan
Hilangkan semua hasrat di hati
Menunggu datangnya sang biadadari
Turun dari khayangan
Dan membawaku terbang tinggi
Ke dalam singgasana cinta

Beribu bintang hadirkan keindahan
Terangi malam yang sunyi ini
Ingin kugapai satu bintang dilangit
Tuk dapat menemaniku
Cairkan suasana hati ini.

Keheningan malam menepis kegundahan
Hilangkan semua hasrat di hati
Menunggu datangnya sang biadadari
Turun dari khayangan
Dan membawaku terbang tinggi
Ke dalam singgasana cinta

Aku seorang perindu yang kecewa
Telah cuba menumpahkan seluruh jiwaraga
Di atas kesetiaaan hati seorang lelaki
Yang di dalam hatinya
Terlukis duka yang panjang

Aku yang pernah mengecewakan kini di kecewakan
Tetapi hati ku tidak menangis menatapnya
Malah tidak tersenyum menerima kehadirannya
Tetapi aku sebaliknya memahami kejadian alam begitu
Mengecewa dan dikecewa

Kekecewaan itu datang ketika aku sendirian
Jauh dari keluarga dan saudara
Jauh dari rakan-rakan dan teman seperjuangan
Lalu kekecewaan itu bersemadi di dalam diri ku
Sepi menjadi rahsia hati

Ketika kekecewaan itu mengetuk pintu kamar
Ketenangan ku terlontar jauh keluar jendela
Aku terkapai-kapai cuba menegakkan kebenaran
Hanya seketika aku berpeluang bersuara
Yang terakhir dari seluruh bicara

Kini kesedaran ku telah mematikan ingatan
Membunuh seluruh perasaan yang mencengkam
Segalanya telah ku tumpahkan di sini
Dengan harapan segalanya akan berakhir di sini
Dengan harapan engkau akan mengerti

Tidak ada komentar: