SEPOTONG MIMPI
sepotong mimpi terselip dalam lamun yang ngungun, menggores harap dan kenang
yang tiba-tiba terbangun mencarimu, mencari sudut-sudut wajahmu. ijinkan
seberkas cahaya itu melukismu, akan kujaga senyumnya dalam ruang rahasiaku.
sepotong mimpi, harapan yang tak tergapai. kekecewaan demi kekecewaan pernah
menderas bagai rajam hujan, menumbuhkan sebuah kesadaran. kelembutan yang
pernah kau semai mendamaikan hatiku dengan harapan dan masa lalu.
ketulusanmu perajut keping-keping mimpiku
JAKARTA, SEBUAH MINGGU PAGI
orang besar mangkat
orang besar melayat
orang kecil khidmat
merayapi jalanan yang tersumba
DI SEBUAH TELEVISI
letusan salvo menggema di udara
barisan tentara berjalan pelan
menurunkan bendera hingga setengah tiang
: seorang jendrel berpulang
tangis, tawa, senyum atau biasa-biasa saja
apakah yang tertinggal dalam benak mereka?
DI SEBUAH KEMACETAN
raung sirine yang membelah jalan
iringan mobil dalam pengawalan
amboi... jarak setebal kaca ini
terasa begitu jauh
harapan macet, letih menggapai-gapai
Senin, 12 Mei 2008
my poem
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar