Senin, 12 Mei 2008

my poem

SEPOTONG MIMPI

sepotong mimpi terselip dalam lamun yang ngungun, menggores harap dan kenang
yang tiba-tiba terbangun mencarimu, mencari sudut-sudut wajahmu. ijinkan
seberkas cahaya itu melukismu, akan kujaga senyumnya dalam ruang rahasiaku.

sepotong mimpi, harapan yang tak tergapai. kekecewaan demi kekecewaan pernah
menderas bagai rajam hujan, menumbuhkan sebuah kesadaran. kelembutan yang
pernah kau semai mendamaikan hatiku dengan harapan dan masa lalu.

ketulusanmu perajut keping-keping mimpiku

JAKARTA, SEBUAH MINGGU PAGI

orang besar mangkat
orang besar melayat
orang kecil khidmat
merayapi jalanan yang tersumba

DI SEBUAH TELEVISI

letusan salvo menggema di udara
barisan tentara berjalan pelan
menurunkan bendera hingga setengah tiang
: seorang jendrel berpulang

tangis, tawa, senyum atau biasa-biasa saja
apakah yang tertinggal dalam benak mereka?

DI SEBUAH KEMACETAN

raung sirine yang membelah jalan
iringan mobil dalam pengawalan
amboi... jarak setebal kaca ini
terasa begitu jauh
harapan macet, letih menggapai-gapai

Tidak ada komentar: