Telah cuba menumpahkan seluruh jiwaraga
Di atas kesetiaaan hati seorang lelaki
Yang di dalam hatinya
Terlukis duka yang panjang
Aku yang pernah mengecewakan kini di kecewakan
Tetapi hati ku tidak menangis menatapnya
Malah tidak tersenyum menerima kehadirannya
Tetapi aku sebaliknya memahami kejadian alam begitu
Mengecewa dan dikecewa
Kekecewaan itu datang ketika aku sendirian
Jauh dari keluarga dan saudara
Jauh dari rakan-rakan dan teman seperjuangan
Lalu kekecewaan itu bersemadi di dalam diri ku
Sepi menjadi rahsia hati
Ketika kekecewaan itu mengetuk pintu kamar
Ketenangan ku terlontar jauh keluar jendela
Aku terkapai-kapai cuba menegakkan kebenaran
Hanya seketika aku berpeluang bersuara
Yang terakhir dari seluruh bicara
Kini kesedaran ku telah mematikan ingatan
Membunuh seluruh perasaan yang mencengkam
Segalanya telah ku tumpahkan di sini
Dengan harapan segalanya akan berakhir di sini
Dengan harapan engkau akan mengerti
AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Tidak ada komentar:
Posting Komentar